News

Pertumbuhan Pendapatan 128,1% Pikko Land Records pada Semester I;

06 Agustus 2012; Hits View, 5904

JAKARTA (IFT) - Pendapatan PT Pikko Land Tbk (RODA) - sebuah perusahaan properti, pada semester I 2012 mencapai Rp 83300000000 (US $ 8.820.000), naik 128,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 36,5 milyar. pendapatan seluruh perusahaan berasal dari penjualan kavling tanah dan apartemen.

Selain kenaikan pendapatan, aset perusahaan juga meningkat. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2012, aset perusahaan mencapai Rp 2,1 triliun, lebih tinggi dari Rp 1,3 triliun pada semester pertama tahun 2011.

Peningkatan aset ini disebabkan divestasi PT Transpacific Mutual Capita yang ditangani di sektor keuangan. Saat ini, perusahaan berfokus pada pengelolaan dan pengembangan perusahaan yang bergerak di sektor properti.

Perusahaan ini mengembangkan proyek apartemen Botanica di Simprug, Jakarta Selatan. Apartemen ini berdiri di atas lahan seluas ?? tiga hektar, dengan investasi Rp 1,5 triliun. "Apartemen yang ditujukan untuk kelas menengah ke atas. Secara bertahap kita akan membangun tiga tower apartemen, dengan total 600 unit," kata Nio Yantony, Direktur Pikko Land.

Pikko Land sebelumnya dikenal sebagai PT Royal Oak Development Asia Tbk. Pikko Land Corporation of Singapore kemudian dibeli 68,1 persen atau sekitar 9610000000 saham senilai Royal Oak Development pada kuartal terakhir tahun 2011.

Berdasarkan kinerja perusahaan selama semester pertama 2012, solvabilitas Pikko Land ini meningkat signifikan dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu. Solvabilitas yang diukur dengan rasio kewajiban terhadap ekuitas meningkat dari 0,00 kali menjadi 0,61 kali. Peningkatan ini disebabkan peningkatan yang signifikan perusahaan dari kewajiban.

kewajiban meningkat, antara lain, uang muka penjualan properti dan pinjaman bank. Pembayaran turun dari penjualan properti pada semester I 2012 mencapai Rp 406 miliar, sedangkan pinjaman bank mencapai Rp 110 miliar.

Selain apartemen, Pikko Land juga terus melakukan diversifikasi produk dengan membangun proyek perkantoran. Akhir tahun ini, perusahaan akan mulai memasarkan proyek gedung perkantoran Kemayoran Financial Center di superblok Grand Kemayoran, Jakarta Pusat. Proyek kantor adalah pembangunan tahap pertama dari proyek superblok dengan investasi sekitar Rp 1,3 triliun.

Sementara itu, emiten properti lain - PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), juga mengembangkan proyek gedung perkantoran di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten. MA Swandayani, Direktur Jaya Real Property, mengatakan gedung kantor adalah bagian dari proyek pengembangan properti terpadu (mixed use) di Bintaro Jaya. (*)

;

While every reasonable care has been taken in the preparation of this media and the plan attached, the developer and its agent shall not be held responsible for any inaccuracies there in. All statements, specifications and plans are believed to be correct but not to be relied upon as statements or representation of facts. All floor areas are approximate measurements only and subject to final survey. All art renderings and illustrations contained in this media are artist’s impressions only and are not to be relied upon as representations of facts. Photographs contained in this media do not necessarily represent as-build standard specifications. All information and specifications are current at the time of going to print and are subject to change as may be required and do not form part of an offer or contract. The developer reserves the right to change the name of the building, building facade, logo or modify the units or any part thereof as may be approved or required by the relevant authority.

© 2016 By Pikkoland. All rights Reserved