News

Pikko Land Menghabiskan 30% dari Capex Anggaran pada bulan Agustus;

17 September 2012; Hits View, 4986

JAKARTA (IFT) - Perusahaan properti PT Pikko Land Tbk (RODA) telah menghabiskan Rp 300 miliar dari belanja modal (capex) hingga Agustus, 30 persen dari alokasi tahun ini Rp 1 triliun. Realisasi rendah karena memperlambat proses negosiasi akuisisi dan proyek.

Tahun ini, Pikko Land berencana mengakuisisi lima perusahaan properti atau proyek, tetapi hanya satu telah mencapai tahap akhir negosiasi-siap untuk diakuisisi, Sahid Sudirman Center senilai Rp 72 miliar. Empat proyek lainnya masih dalam negosiasi. Nio Yantony, Direktur Pikko Land, target untuk memiliki satu perusahaan yang lebih diakuisisi oleh minggu depan, dengan nilai sekitar Rp 110 miliar.

Silvana, Direktur Keuangan Pikko Land, mengatakan belanja modal telah digunakan untuk, antara lain, memperoleh dan mengembangkan proyek Sahid Sudirman Center kantor, proyek superblok Grand Kemayoran, dan proyek apartemen Botanica Residence. capex tahun ini bersumber dari kas internal, pre-sales dan pinjaman bank.

Pikko Land sebelumnya disebut PT Royal Oak Development Asia Tbk. Setelah diakuisisi oleh Pikko Group dari Singapura, perusahaan mengambil alih kepemilikan saham dan properti proyek Royal Oaks. Saat ini, Pikko Land memiliki dua proyek kantor dan enam proyek perumahan.

Pada semester I 2012, perseroan membukukan Rp 83250000000 pendapatan-peningkatan YOY 128,1 persen, dan laba bersih sebesar Rp 33750000000. Tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun, sedangkan target laba bersih ditetapkan sebesar Rp 150 miliar.

Perusahaan properti lain, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), juga berencana mengakuisisi perusahaan dan proyek. Indra Wijaya, Wakil Presiden Direktur Agung Podomoro, mengatakan perusahaan saat ini sedang menyelesaikan akuisisi enam lokasi proyek dan lahan.

"Salah satunya terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara," kata Indra.

Di Kelapa Gading, perusahaan berencana untuk mengembangkan proyek perumahan vertikal dan proyek superblok. Indra mengharapkan akuisisi dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. (*)

;

+62 21 5297 0288
© 2016 By Pikkoland. All rights Reserved